Tata Cara Melaksanakan Sholat Taubat, Lengkap Dengan Doanya


Waktu melaksanakan sholat taubat nasuha

Sholat taubat merupakan sholat sunnah yang dikerjakan hanya ketika ada kejadian-kejadian tertentu yang menjadi penyebabnya. Sholat taubat secara khusus tidak memiliki pembatasan waktu pengerjaannya.

Ada sebagian ulama berpendapat jika setelah kita menerima hidayah dari Allah SWT, sholat taubat sebaiknya harus dikerjakan sesegera mungkin. Hal ini bertujuan supaya pengampunan atas dosa yang telah kita lakukan tidak Allah tangguhkan, dan lagi kita sendiri tidak pernah mengetahui berapa batas dari usia hidup kita.

Akan tetapi, terdapat waktu yang haram untuk melaksanakan sholat taubat nasuha, yaitu ketika shubuh sampai terbit matahari dan Ashar sampai matahari tenggelam.

Niat sholat taubat nasuha

Niat sholat taubat yaitu dengan memunculkan keinginan untuk bertaubat dari berbagai kesalahan terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan melakukan wudhu dan melaksanakan sholat 2 rakaat.

Akan tetapi, untuk menegaskan lagi bisa di lafazkan dengan lafaz yang sudah diajarkan oleh para ulama, dengan membaca niat sebagai berikut:

Ushalli Sunnatat Taubata Rak’ataini Lillahi Ta’ala

Artinya: Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.

Tata cara sholat taubat nasuha

Sebenarnya tata cara sholat taubat nasuha sama layaknya sholat sunnah lainnya. Sholat taubat nasuha dilakukan sebanyak 2 rakaat dan sekali salam. Boleh juga dilakukan dengan 2 rakaat, 4 rakaat atau 6 rakaat.

Tetapi bila mau, kamu bisa memperpanjang waktu sujud terakhir untuk secara khusus bermunajat serta mengakui berbagai dosa kamu dan memohon ampunan dengan segala kerendahan diri di hadapan Allah SWT.

Sebaiknya sholat taubat nasuha dikerjakan secara sendirian. Sholat taubat nasuha termasuk sholat nafilah yang tidak disyariatkan untuk dikerjakan secara berjamaah.

Dalam hadist disebutkan jika disunnahkan untuk mandi besar sebelum melakukan shalat taubat.

Berikut akan penjelasan urutan melaksanakan sholat taubat nasuha yang benar:

1. Membaca niat sholat taubat nasuha
2. Takbirotul ihram
3. Membaca doa iftitah (sunnah)
4. Membaca surat Al-Fatihah
5. Membaca surat dari Al-Qur’an
6. Rukuk (membaca tasbih ruku’ tiga kali)
7. I'tidal (membaca doa I’tidal)
8. Sujud (membaca tasbih sujud tiga kali)
9. Duduk di antara dua sujud (membaca doa ‘robbighfirlii warhamnii…’)
10. Sujud kedua
11. Bangun melanjutkan raka’at kedua seperti urutad di atas sampai yang ke 10
12. Tasyahud akhir (membaca tasyahud akhir)
13. Salam
14. Berdoa mohon ampunan

Doa dan dzikir selepas sholat

Sebagai penyempurna, ada baiknya setelah melaksanakan sholat taubat perbanyaklah membaca istighfar.

Bacaan istighfar setelah melaksanakan sholat taubat nasuha yaitu sebagai berikut:

Astaghfirullahal Ladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuumu Wa Atuubu Ilaihi.

Artinya: “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

Bacaan istighfar ini sebaiknya dibaca sebanyak 100 kali, sambil dengan setulus-tulusnya meresapi artinya dalam hati.

Memperbanyak membaca tasbih:


Subhanallahi Wa Bihamdihi.

Artinya “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya.”

Kemudian membaca doa sholat taubat nasuha seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW berikut ini:

Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta.

Artinya:

“Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan.”